
Sebanyak 3.500 warga Denpasar hadir dalam rangkaian Menata Hati Denpasar—sebuah ruang untuk berhenti sejenak, bermuhasabah, dan kembali menata hati.


Acara berlangsung hangat dengan sesi muhasabah dan materi yang disampaikan dengan seru, menenangkan, sekaligus menyenangkan. Para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk berdialog langsung melalui sesi tanya jawab, menjadikan acara ini bukan hanya tentang mendengarkan, tetapi juga tentang berbagi dan memahami.


Yang membuat Menata Hati Denpasar semakin istimewa, hadir pula banyak sahabat non-Muslim yang ikut menikmati rangkaian acara.
Karena menata hati bukan hanya tentang bagaimana meningkatkan iman kepada Tuhan, tetapi juga tentang bagaimana kita belajar menjadi manusia yang lebih baik menghargai perbedaan, menjaga toleransi, dan hidup berdampingan dengan sesama.
Dari Denpasar, kita belajar bahwa perbedaan bukan alasan untuk menjauh. Justru dari perbedaan, kita bisa belajar untuk saling memahami.


