MENATA HATI PERTAMA KALI HADIR DI LOMBOK!
18 Nov 2025

MENATA HATI UNTUK PERTAMA KALINYA HADIR DI LOMBOK! SUKSES MENYENTUH RIBUAN PESERTA.

Minggu, 16 November 2025 menjadi momentum yang tidak akan dilupakan oleh banyak hati di Lombok. Untuk pertama kalinya, Menata Hati hadir di Pulau Seribu Masjid dan langsung mendapatkan sambutan yang sangat luar biasa. Ribuan peserta memadati Ballroom Prime Park Hotel Lombok untuk mengikuti rangkaian sesi sholawat, cerita, curhat, hingga muhasabah bersama Ustadz Hilman Fauzi.

Sesi kebersamaan paling menghangatkan

Suasana sejak awal begitu hangat saat lantunan sholawat menggema memenuhi ruangan, mengundang ketenangan dan rasa syukur. Saat memasuki sesi inti, Ustadz Hilman Fauzi membawakan materi dengan gaya khasnya: lembut, dekat, dan sangat relevan dengan kehidupan anak muda dan keluarga hari ini. Banyak peserta yang tersentuh ketika beliau berbagi tentang perjalanan hati, luka yang tidak terlihat, dan kebutuhan manusia untuk kembali kepada Allah.

Sesi menjawab pertanyan peserta

Salah satu kutipan yang paling banyak dibicarakan setelah acara adalah :

“Kadang kita sibuk menyembunyikan luka, padahal Allah justru menunggu kita untuk jujur. Hati yang diakui sakitnya… lebih cepat Allah sembuhkan.” — Ustadz Hilman Fauzi.

Pesan itu seolah mengetuk banyak jiwa yang hadir. Banyak peserta yang terlihat mengangguk, menahan tangis, bahkan menuliskan catatan pribadi seketika.

Sesi Mengharukan dan tak terlupakan

Namun, momen paling menggetarkan dari seluruh rangkaian acara adalah sesi muhasabah dan doa bersama. Seluruh ruangan menjadi gelap dan hening. Peserta diajak masuk ke dalam ruang terdalam hati merenungkan dosa, kegagalan, kehilangan, harapan, dan kebutuhan untuk kembali kepada-Nya. Tangis pecah hampir di setiap sudut ruangan. Banyak yang saling menggenggam, saling menguatkan, dan merasakan ketulusan yang sulit digambarkan dengan kata-kata.

Acara ditutup dengan harapan agar Menata Hati dapat kembali menyapa Lombok di masa mendatang, membuka ruang aman bagi siapa pun yang ingin memperbaiki diri, menyembuhkan luka, dan kembali memeluk rahmat Allah.